Kamis, 02 Februari 2012

MAKALAH ADMINISTRASI PENDIDIKAN


Yuhu...kali ini gue lagi baik hati mau ngebuang file berharga gue ke Spam Yuhara ini dengan harapan siapa tau ajah da mahasiswa pendidikan matematika semester tiga yang udah putus asa nyasar kesana-kesini buat nyari makalah mata kuliah profesi keguruan yang susah banget dicari dblog manapun bisa bernapas lega bisa nemuin disini setelah beberapa lama mengais-ngais spam gue.Sehingga gue juga bisa dapat pahala karena 1 nyawaa telah terselamatkan lagi.uyeee...
Selain itu gue juga mau belajar jadi kakak senior yang baik hati buat adik-adik tingkat gue,agar gag ada lagi mahasiswa semester 3 yang berkorban nyawa seperti gue dulu,saking frustasinya gag nemu makalah yang dicari dimbah google akhirnya nekat begadang tiga hari tiga malam buat ngetik makalah dari berbagai buku yang sungguh-sungguh gag ada tipis-tipisnya n gag ada gambar menariknya seperti baca komik.Jadi kalo kalian semua ada yang kurang ngerti dengan tulisan gue ini,jangan ajukan pertanyaan ke gue,sumpah...beneeran...jangan coba-coba buang waktu kalian.Mending langsung ajah ke perpustakaan-perpustakaan terdekat di kediaman anda-anda sekalian buat nyari buku-buku sumber yang gue cantumin di bawah makalah ini.
So,check this out....

ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PROFESI  KEGURUAN

A. Pengertian dan Konsep Administrasi Pendidikan
Untuk memahami peranan administrasi pendidikan dalam sistem pendidikan nasional ,perlu dibahas:

1.Pengertian Administrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan seringkali disalah artikan sebagai semata-mata ketatausahaan pendidikan.Namun  dari uraian berikut ini akan diketahui bahwa pengertian admnisitrasi pendidikan sebenarnya adalah bukan sekedar itu.Mendefinisikan administrasi pendidikan tidak begitu mudah,karena ia menyangkut pengertian yang luas.Culbertson(1982),mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam puluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya admnistrasi pendidikan sebagai ilmu.Ia memperkirakan bahwa ada sekitar 50.000 masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan.Angka ini ia perkirakan dari berbagai fenomena yang ada kaitannya dengan administrasi pendidikan,seperti masyarakat,sekolah guru,murid,orang tua,dan variabel yang berhubungan dengan itu.
Kajian tentang administrasi pendidikan secara mendalam bukan menjadi tujuan penulisan buku ini,karena hal itu menyangkut masalah pembicaraan yang lebih mendalam tentang pendekatan,objek,dan etika dalam ilmu itu.Oleh karena itu, perlu dicari upaya pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan sesuai dengan maksud penulisan buku ini.Barangkali pengertian itu akan lebih mudah dipahami kalau kita mencoba melukiskan administrasi pendidikan dari berbagai sudut pandang,dan mencoba memahaminya dari sudut pandang itu.
Administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan .Seperti kita ketahui,tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks,tergantung lingkup dan tingkat pengertian pendidikan yang dimaksud.Tujuan pendidikan dalam satu jam pelajaran dikelas satu sekolah menengah pertama,misalnya,lebih mudah dirumuskan dan dicapai dibandingkan dengan tujuan pendidikan luar sekolah untuk orang dewasa ,atau tujuan pendidikan nasional.Jika tujuan itu kompleks, maka cara mencapai tujuan itu juga kompleks,dan seringkali tujuan yang demikian itu tidak dapat dicapai oleh  satu orang saja,tetapi harus melalui kerja sama dengan orang lain,dengan segala aspek kerumitannya.
Pada tingkat sekolah, sebagai salah satu bentuk kerja sama dengan pendidikan misalnya ,terdapat tujuan sekolah.Untuk mencapai tujuan pendidikan disekolah itu diperlukan kerja sama diantara semua personel sekolah (guru,murid ,kepala sekolah,staf tata usaha),dan orang diluar sekolah yang ada kaitannya dengan sekolah (orang tua,kepala kantor departemen P dan K,dokter puskesmas,dan lain-lain).Kerja sama dalam menyelenggarakan sekolah harus dibina sehingga semua yang terlibat dalam urusan sekolah tersebut memberikan sumbangannya secara maksimal.Kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan berbagai aspeknya ini dapat dipandang sebagai administrasi pendidikan.
Admnistrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan .Proses itu dimulai dari perencanaan ,pengorganisasian,pengarahan,pemantauan,dan penilaian.Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai ,bagaimana mencapainya ,berapa lama,berapa orang yang diperlukan, dan berapa banyak biayanya.Perencanaan ini dibuat sebelum suatu tindakan dilaksanakan.
Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan membagi tugas-tugas kepada orang yang terlibat dalam kerja sama pendidikan tadi.Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja,maka tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan masing-masing anggota organisasi.
Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi itu tidak dikerjakan menurut kehendak yang mengerjakannya saja,tetapi menuruti aturan sehingga menyumbang terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan atau disepakati.Tiap-tiap orang harus mengetahui tugas masing-masing sehingga tumpang tindih yang tidak perlu dapat dihindarkan.Di samping itu,dalam menjalankan tugas pendidikan ,pengaturan waktu merupakan hal penting.Ada kegiatan yang harus didahulukan,ada yang harus dilakukan kemudian dan ada pula yang harus dikerjakan secara berbarengan.
Pengarahan diperlukan agar kegiatan yang dilakukan bersama itu tetap melalui jalur yang telah ditentukan,tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan .Semua orang yang bekerja untuk mencapsi tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya ,harus tetap ingat dan secara konsisten menuju tujuan itu.Kadang-kadang karena beberapa faktor ,perumusan tujuan itu tidak jelas ,sehingga cara mencapainya pun tidak jelas.Dalam keadaan demikian ,diperlukan pula adanya pengarahan .Agar pengarahan ini sesuai dengan apa yang telah ditetapkan,diperlukan pengarah yang mempunyai kemampuan kepemimpinan ,yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mereka mau bekerja sebaik-baiknya dalam mencapai tujuan bersama.
Disamping pengarahan,suatu kerja sama juga memerlukan proses pemantauan (monitoring) ,yaitu suatu kegiatan untuk mengumpulkan data dalam usaha mengetahui sudah sampai seberapa jauh kegiatan pendidikan telah mencapai tujuannya, dan kesulitan apa yang ditemui dalam pelaksananaan itu.Pemantauan dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti atau data dalam menetapkan apakah tujuan tercapai atau tidak.Dengan perkataan lain ,kegiatan pemantauan atau monitoring adalah kegiatan untuk mengumpulkan data tentang penyelenggaraan suatu proses pencapaian tujuan.Data itu dipakai untuk mengidentifikasi apakah proses pencapaian tujuan berjalan dengan baik,apakah ada penyimpangan dalam kegiatan itu,serta kelemahan apa yang didapatkan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Proses kerja sama pendidikan itu akhirnya harus dinilai untuk melihat apakah tujuan yang telah ditetapkan tercapai,dan kalau tidak apakah hambatan-hambatannya.Penilaian ini dapat berupa penilaian proses kegiatan atau penilaian hasil kegiatan itu.
Administrasi pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem.Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
Mutu lulusan akan sangat tergantung kepada mutu masukan ,masukan instrumental,dan proses itu sendiri.Dengan demikian ,kemampuan awal murid ,latar belakang murid,dan keadaan orang tua murid sebagai masukan mentah.Mutu juga sangat tergantung kepada mutu guru,mutu sarana dan prasarana,mutu dan iklim kerja sama antara guru dengan murid ,guru dengan guru,serta guru dengan kepala sekolah ,sebagai masukan instrumental .Kesemuanya ini menentukan kualitas proses belajar-mengajar ,yang pada gilirannya sangat menentukan kulaitas lulusan itu.Hal tersebut dapat diketahui dari berbagai hasil penelitian tentang unjuk kerja sekolah dan murid.
Jika kita melihat administrasi pendidikan sebagai sistem,maka kita berusaha melihat bagian-bagian sistem itu serta interaksinya satu sama lain.Bagian-bagian itu sering juga disebut dengan komponen .Dengan meninjau komponen-komponen tersebut serta hubungannya satu dengan lainnya ,diharapkan kita dapata menemukan kekurangan-kekurangannya,sehingga dapat menetapkan apa yang sebaiknya dilakukan untuk memperbaiki komponen itu atau mengembangkannya.
Admnistrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi manajemen.Jika administrasi dilihat dari sudut ini,perhatian tertuju kepada usaha untuk melihat apakah pemanfaatan sumber-sumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan sudah mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapaian tujuan itu tidak terjadi pemborosan.Sumber yang dimaksud dapat sumber manusia,uang,sarana,dan prasarana maupun waktu.
Administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi kepemimpinan.Administrasi pendidikan dilihat dari kepemimpinan merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaiamana kemampuan administrator  pendidikan itu,apakah ia dapat melaksanakan tut wuri handayani,ing madyo mangun karso,dan ing ngarso sungtulodo dalam pencapaian tujuan pendidikan.Dengan perkataan lain ,bagaimana ia menggerakkan orang lain untuk bekerja lebih giat dengan mempengaruhi dan mengawasi ,bekerja bersama-sama ,dan memberi contoh.Sudah barang tentu administrator yang ingin berhasil harus memahami teori dan praktek kepemimpinannya,serta mampu dan mau untuk melaksanakan pengetahuan dan kemauannya itu.
Administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari proses pengambilan keputusan .Kita tahu bahwa melakukan kerja sama dan memimpin kegiatan sekelompok orang bukanlah pekerjaan yang mudah.Setiap kali,administrator dihadapkan kepada bermacam-macam masalah,dan ia harus memecahkan masalah itu.Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan kemampuan dalam mengambil keputusan,yaitu memilih kemungkinan tindakan yang terbaik dari sejumlah kemungkinan-kemungkinan tindakan yang dapat dilakukAN.Setiap hari kita sebagai individu pun harus juga mengambil keputusan ,sebab memang untuk setiap aspek kehidupan kita dihadapkan kepada banyak pilihan ,apalagi kalau kita mempunyai tugas menjadi guru atau memimpin organisasi.Dalam melaksanakan tugasnya,setiap guru harus mengambil keputusan apa yang terbaik bagi muridnya.Karena mengambil keputusan selalu ada risikonya ,maka guru harus mempelajari bagaimana mengambil keputusan yang baik .Administrasi pendidikan merupakan ilmu yang dapat menuntun pengambilan keputusan pendidikan yang baik.
Administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi komunikasi.Komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan,dan kita juga mengerti apa yang dimaksudkan orang lain itu.Jika dalam kerja sama pendidikan tidak ada komunikasi ,maka orang yang bekerja sama itu saling tidak mengetahui apa yang dikerjakan atau apa yang dimaui teman sekerjanya .Bila hal ini terjadi sebenarnya kerja sama itu tidak ada dan oleh karena itu administrasipun tidak ada.
Administrasi pendidikan seringkali diartikan dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketata usahaan yang intinya adalah kegiatan rutin catat-mencatat,mendokumentasikan kegiatan,menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya,sertaa mempersiapkan laporan.Pengertian yang demikian tidak terlalu salah,karena setiap aspek kegiatan administrasi dengan pengertian diatas,selalau memerlukan kegiatan pencatatan.Hanya yang perlu diingat,kegiatan tata usaha itu tidak seluruhnya mencerminkan pengertian administrasi dalam arti seperti yang diapaprkan pada butir-butir diatas.
Uraian diatas mencoba menjelaskan pengertian administrasi pendidikan,tanpa mengemukakan definisi dengan satu pengertian saja.Seperti telah disinggung di muka,satu definisi saja tidak dapat menjelaskan dengan gamblang administrasi pendidikan,karena administrasi pendidikan mempunyai banyak muka (dimensi).Perlu pula dicatat,bahwa administrasi pendidikan dapat pula ditinjau dari cakupannya.Ada administrasi pendidikan pada satuan pendidikan seperti administrasi  pendidikan sekolah dasar,sekolah menengah,perguruan tinggi serta kursus-kursus.; dan ada pula administrasi pendidikan yang dilihat dari cakupan wlayah,yaitu tingkat kecamatan,kabupaten,provinsi dan nasional.Pusat perhatian bab ini adalah administrasi pendidikan pada tingkat sekolah menengah.
2.Konsep Administrasi Pendidikan
a.Sistem Pendidikan Nasional
Barangkali cara yang paling baik untuk memahami sistem pendidikan nasional adalah dengan membaca definisi sistem pendidikan nasional itu dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Supaya o tentik dan tidak keliru,ada baiknya dikutip langsung Bab 1 Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang tersebut sebaga berikut:
“Sistem pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional.”
Dalam penjelasan undang-undang tersebut,dikemukakan bahwa sebutan sistem pendidikan nasional merupakan perluasan dari pengertian sistem pengajaran nasional yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 Ayat 2.Perluasan ini memungkinkan Undang-Undang Nomor 2Tahun 1989 tidak membatasi pada pengajaran saja,melainkan meluas kepada masalah yang berhubungan dengan pembentukan manusia indonesia.Beberapa hal lain yang kita temukan mengenai sistem pendidikan nasional dalam undang-undang itu adalah : (a)sistem pendidikan nasionla merupakan alat dan sekaligus tujuan yang sangat penting dalam mencapai cita-cita nasional; (b)sistem pendidikan nasional dilaksanakan secara semeseta, menyeluruh dan terpadu.Ssemesta diartikan sebagai terbuka bagi seluruh rakyat dan berlaku diseluruh wilayah negara:menyeluruh diartikan sebagai mencakup semua jalur ,jenjang,dan jenis pendidikan naisonal itu dengan seluruh usaha pembangunan nasional; (c)pengelolaan sistem pendidikan nasional adalah tanggung jawab menteri P dan K (UUSPN No 2/89 Pasal 49).
Pertama,sistem pendidikan nasional mempunyai satuan dan kegiatan.Satuan pendidikan adalaha lembaga kegiatan belajar-mengajar yang dapat mempunyai wujud sekolah,kursus,kelompok belajar,ataupun bentuk lain yang berlangsung dalam bangunan tertentu atau tidak.Yang terakhir ini misalnya satuan pendidikan yang penyelenggaraannya menggunakan sistem jarak jauh.Dengan kegiatan pendidikan yang dimaksudkan untuk semua usaha yang ditujukan dalam mencapai tujuan pendidikan.Kegiatan itu dapat berlangsung dalam satuan pendidikan atau dalam unit lain yang terkait,seperti yayasan.Dengan perkataan lain ,kegiatan yang dimaksud merupakan kegiatan yang dilakukan oleh unsur atau komponen sistem dalam mencapai tujuan pendidikan baik sendiri-sendiri atau melalui interaksi dengan sesamanya .
Kedua,Sistem pendidikan nasional adalah alat dan tujuan dalam mencapai cita-cita pendidikan nasional.Sebagai alat berarti sistem itu merupakan wadah yang dialaminya terdapat kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.Sebagai tujuan,sistem pendidikan nasional memberikan rambu-rambu ke mana arah dan bagaimana seharusnya pendidikan nasional itu dikelola.
Ketiga,sebagai suatu sistem ,pendidikan nasional harus dilihat sebagai keseluruhan unsur atau komponen dan kegiatan pendidikan yang ada di nusantara ini.Unsur-unsur yang membentuk sistem ini saling berkaitan satu sama lain dan saling menunjang dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.Jika kita mengacu kepada penjelasan Undang-Undang Nomor 2/1989,maka dapat kita temukan bahwa ciri sistem pendidikan nasional itu adalah: (a)berakar kepada kebudayaan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 , (b)merupakan suatu kebulatan yang dikembangkan dalam usaha mencapai tujuan nasional, (c)mencakup jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah,dan (d)mengatur jenjang,kurikulum,penetapan kebijaksanaan (terpusat dan tak terpusat),tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ,kriteria dan kedudukan penyelenggaraan pendidikan oleh pemerintah dan masyarakat,kebebasan penyelenggaraan pendidikan,serta kemudahan untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan peserta didik dan lingkungan.
Unsur-unsur sistem pendidikan nasional menurut Undang-undang Nomor 2/1989 itu dapat dibedakan atas:
a. Unsur I             : Dasae, fungsi, dan tujuan sistem (Bab I)
b. Unsur II           : Norma yang dipakai dalam sistem (Bab III,X,XI,XII,XII,Bab XVIII,XV,Bab XIX ,XX)
c. Unsur III          : Jenjang pendidikan (Bab V)
d.Unsur IV          : Peserta didik (Bab VI)
e.Unsur V            : Tenaga kependidikan (Bab VII)
f. Unsur VI          : Sumber daya pendidikan (Bab VIII)
g. Unsur VII        : Kurikulum (Bab IX)
h. Unsur VII        : Organisasi (Bab XIV,XV)
b.Sekolah sebagai Bagisn Sitem Pendidikan Nasional
Telah disebutkan bahwa jenjang pendidikan adalah unsur atau komponen sistem pendidikan nasional,yaitu termasuk dalam komponen organisasi.Jenjang pendidikan terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah,pendidikan tinggi.Pendidikan dasar merupakan pendidikan sembilan tahun,terdiri dari program pendidikan enam tahun disekolah dasar dan program tiga tahun disekolah lanjutan tingkat pertama.Bentuk satuan pendidikan dasar terdiri atas sekolah dasar dan sekolah dasar luar biasa.Jika kita bebrbicara tentang sekolah menengah,maka kita berbicara tentang dua jenjang sekolah,karena sekolah menengah pertama berada dijenjang dasar ,sedangkan sekolah diatas sekolah menengah pertama berada pada jenjang pendidikan menengah.Program pendidikan S1 dan LPTK ,dirancang untuk mengajar pada jenjang pendidikan menengah,meskipun dengan kurikulum yang fleksibel (luwes) lulusan S1 itu juga mampu mengajar pada pendidikan dasar.
Didalam peraturan pemerintah republik indonesia Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menangah ,pendidikan menengah didefinisikan sebagai pendidikan yang diselenggarakan bagi lulusan pendidikan dasar.Pendidikan menengah mempunyai bentuk satuan pendidikan yang terdiri atas : sekolah menengah umum,sekolah menengah kejuruan,sekolah menengah keagaaman,sekolah menengah kedinasan,dan sekolah menengah luar biasa.Sebagai suatu unsur atau komponen nasional,sekolah menengah harus ikut menyumbang terhadap tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Berikut ini diberikan bagan yang melihat sistem pendidikan dari unsur-unsur yang ada didalamnya .Sebagai suatu proses sistem,pendidikan mempunyai masukan yang diolah melalui proses tertentu untuk dijadikan keluaran.Peserta didik sebagai masukan,diolah dalam proses pendidikan dan keluaran sebagai lulusan.Untuk memudahkan unsur-unsur sistem pendidikan itu didefinisikan sebagai unsur yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989.
B. Fungsi Administrasi Pendidikan
1.Tujuan Pendidikan Menengah
Tujuan institusional sekolah menengah adalah tujuan yang dijabarkan dari tujuan pendidikan nasional .Didalam UUD Pasal 31 Ayat 2,disebutkan bahwa “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional ,yang diatur dengan undang-undang.”Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 disebutkan bahwa tujuan nasional pendidikan adalah mencerdaskan kkehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya ,yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri,serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan .
Tujuan nasional tersebut kemudian dijabarkan dalam tujuan institusional ,yaitu tujuan untuk tiap jenjang pendidikan .Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 adalah peraturan yang mengatur institusi pendidikan menengah.Dalam peraturan pemerintah tersebut dinyatakan bahwa tujuan pendidikaan menengah adalah : meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenajang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan ,teknologi dan kesenian, dan menigkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial,budaya, dan alam sekitarnya.Di dalam Pasal 3 peraturan tersebut juga disebutkan nahwa pendidikan menengah umum mengutamakan penyiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi,pendidikan kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional,pendidikan menengah keagamaan mengutamakan penyiapan siswa dalam penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan, pendidikan menengah kedinasan mengutamakan peningkatan pegawai negeri atau calon pegawai negeri dalam pelaksanaan tugas kedinasan ,dan pendidikan menengah luar biasa diselennggarakan khusus untuk siswa yang menyandang kelainan fisik dan/atau  mental.
Tujuan sekolah menengah merupakan bagian dari tujuan pendidikan diatas.Didalam PPNo .29 Tahun 1990 itu,tidak kita temui tujuan dari berbagai jenis sekolah menengah secara rinci.Namin demikian,kita dapat menemukan contoh rincian tujuan sekolah menengah itu didalam kurikulum sekolah menengah tahun 1975.Sebagai contoh tujuan khusus Sma dalam kurikulum 1975 berdasarkan keputusan Menteri No.008-E/U/1975 yang untuk keperluan pemahaman sekolah menengah,tujuan ini masih relevan untuk kita kemukakan.
Tujuan itu khusus SMA mencakup bidang pengetahuan,keterampilan,serta nilai dan sikap.Menurut kurikulum itu,tujuan khusus SMA ialah agar lulusan SMA dapat memenuhi kriteria sebagai berikut:
a)            Di bidang pengetahuan:
                1)Memiliki pengetahuan tentang agama dan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2)Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan pemerintahan sesuai dengan undang-undang Dasar 1945.
3)Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting aktual,baik lokal ,regional,nasional maupun internasional.
4)Menguasai pengetahauan dasar dalam bidang matematika,ilmu pengetahuan alam,ilmu pengetahuan sosial ,dan bahasa (khususnya bahasa indonesia dan bahasa inggris),serta mengausai pengetahuan lanjutan yang cukup dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut diatas.
5)Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenajng pekerjaan yang ada dimasyarakat serta syarat-syaratnya.
6)Memilikipengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi nasional.
7)Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan ,kesejahteraan keluarga,dan kesehatan.
b)            Di bidang keterampilan:
1)      Menguasai cara blejar yang baik.
2)      Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematik.
3)      Mampu membaca/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa inggris yang berguna baginya.
4)      Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain, lisan maupun tulisan, dan keterampilan mengekspresi diri sendiri ,lisan maupun tertulis.
5)      Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga.
6)      Memliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian.
7)      Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan.
8)      Menguasau sekurang-kurangnya satu jenis keteampilan untuk bekerja sesua dengan minat dan kebutuhan lingkungan.
c)            Di bidang nilai dan sikap:
1)      Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2)      Menerima dan melaksanakan ajara agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya ,serta menghormati ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain.
3)      Mencintai sesama manusia ,bangsa,dan lingkungan sekitarnya.
4)      Memiliki sikap demokratis dan tenggang rasa.
5)      Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaaan dan masyarakat.
6)      Dapat mengpresiasikan kebudayaan dan tradisi nasional.
7)      Percaya pada diri sendiri dan bersikap mahakarya.
8)      Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan.
9)      Memiliki kesadaran akan displin dan patuh pada peraturan yang berlaku bebas dan jujur.
10)   Memiliki inisiatif,daya kreatif,sikap kritis,rasional dan objektif dalam memecahkan persoalan.
11)   Memiliki sikap hemat dan produktif.
12)   Memiliki minat dan sikap yang postif dan konstruktif terhadap olah raga dan uharus hidup sehat.
13)   Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyrakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaaan tersebut dan berjiwa pengabdian pada masyarakat.
14)   Memiliki kesadaran menghargai waktu.
Tujuan nasional serta tujuan institusionalitu harus selalu dijadikan pedoman sekolah dan guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya.Untuk guru,tujuan-tujusn tersebut perlu dijabarkan lagi ke dalam tujuan yang lebih sempit sehingga dijadikan pedoman operasional dalam mengajar.Berturut-turut institusional itu dijabarkan secara hierarki menjadi tujuan: kurikuler,instruksional umum,dan instruksional khusus.
Adapun penjelasan masing-masing tujuan itu adalah:
a)      Tujuan kurikuler,yaitu tujuan suatu mata pelajaran dalam suatu institusi ,misalnya tujuan pengajaran sejarah disekolah menengah umum.
b)      Tujuan instruksional umum,yaitu tujuan suatu pokok bahasan tertentu suatu mata pelajaran dalam satu tingkat dan dalam suatu jenjang institusi;misalnya tujuan pengajaran sejarah kelas dan sekolah menengah umum.
c)       Tujuan instruksional khusus,yaitu tujuan suatu mata pelajaran dalam suatu periode atau unit waktu tertentu dalam suatu tingkat pada jenjang institusi ; misalnya tujuan pengajaran sejarah selama tiga minggu masing-masing tiga jam pengajaran dikelas satu sekolah menengah umum.




2.Proses sebagai Fungsi Administrasi Pendidikan Menengah

a. Perencanaan

Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternatif tentang penetapan prosedur pencapaian ,serta perkiraan sumber yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan tersebut.Yang dimaksud dengan sumber meliputi sumber manusia,material,uang,dan waktu.Dalam perencanaan,kita mengenal beberapa tahap,yaitu tahap : identifikasi masalah,perumusan masalah,penetapan tujuan,identifikasi alternatif,pemilihan alternatif dan elaborasi alternatif.
Proses perencanaan disekolah hars dilaksanakan secara kolaboratif,artinya dengan mengikutsertakan personel sekolah dalam semua tahap perencanaan itu.Pengikutsertaan ini akan menimbulkan perasaan ikut memiliki yang dapat memberikan dorongan kepada guru dan personel sekolah yang lain untuk berusaha agar rencana tersebut berhasil.Lingkup perencanaan melipui semua komponen administrasi pendidikan seperti yang telah disebutkan dimuka,yaitu perencanaan kurikulum ,kemuridan,keuangan ,prasarana dan sarana,kpegawaian,layanan khusus,hubungan masyarakat ,proses belajar-mengjar ,dan ketatausahaan sekolah.
Perencanaan pendidikan di pendidikan menengah dapat dibedakan atas beberapa kategori menurut : jangkauan waktunya,timbulnya,besarnya,pendekatan serta pelakunya.
Menurut jangkauan waktunya ,perencanaan dipendidikan menengah dapat dibagi menjadi perencanaan jangka pendek,(perencanaan yang dibuat untuk dilaksanakan dalam waktu seminggu,sebulan sampai dua tahun); perencanaan jangka menengah yaitu perencanaan yang dbuat untuk jangka waktu 3 sampai tujuh tahun ;dan perencanaan jangka panjang,yaitu perencanaan yang dibuat untuk jangka waktu 8 sampai 25 tahun.Pembagian waktu ini bersifat kira-kira ,dan tiap ahli dapat saja memberikan batas yang berlainan .Jadi pemengalan waktu ini hanya merupakan ancar-ancar.
Menurut timbulnya ,perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan yang berasal dari bawah,misalnya mulai dari guru-kepala sekolah-kantor Departemen P dan K tingkat II-Kantor ,Wilayah Departemen P dan K-Departemen P dan K; dan yang berasal dari pusat (Departemen P dan K)sampai kepada guru.
Dari sudut besarannya ,perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan makro, yaitu perencanaan pada tingkat nasional atau tingkat departemen; perencanaan meso,yaitu pada tingkat direktorat jendral,direktorat atau provinsi sampai tingkat kantor departemen kecamatan; dan perencanaan mikro,yaitu yang dilaksanakan pada tingkat sekolaha atau  kelas.
Menurut pendekatannya perencanaan dapat dibedakan menjadi perencanaan terpadu ,yaitu perencanaan yang menyatukan semua sumber dalam rangka mencapai tujuan serta melihat penggunaan sumber itu dalam kaitannya dengan pengelolaan sekolah secara menyeluruh; dan perecanaan tercerai,yaitu hanya melihat sumber secara terpisah-pisah untuk tujuan tertentu.Disamping itu,juga dapat dibedakan antara perencanaan berdasarkan program,yaitu yang didasarkan atas program yang dibuat secara menyeluruh (komprehensif) dan perencanaan tambal sulam,yaitu perencanaan yang dbuat berdasarkan kecendrungan pengalaman sebelumnya saja,tanpa dilihat adanya kemungkinan perubahan ,misalnya diperlukan program baru atau dihapuskannya program lama.Misalnya, dalam pengembangan kurikulum,isi kurikulum dapat dirombak dan diganti yang baru atau hanya sekadar ditambah disana-sini pada bagian yang dianggap kurang.
Menurut pelakunya perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan individual, yang dilakukan guru secara sendiri-sendiri ,perencanaan kelompok,dan perencanaan lembaga,yaitu perencanaan yang berlaku dan dibuat oleh sekolah.

b.Pengorganisasian

Pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan pesonel sekolah lainnya )serta mengalokasikan prasarana dan sarana untuk menunjung tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.Termasuk didalam kegiatan pengorganisasian adalah penetapan tugas,tanggung jawab,dan wewenang orang-orang tersebut serta mekanisme kerjanya sehingga dapat menjadi tercapainya tujuan sekolah itu.
Ada beberapa hal pokok  yang dapat dipedomani dan diperhatikan dalam hubungannya dengan pengorganisasian ini.Seringkali orang menamakan hal pokok tersebut sebagai prinsip pengorganisasian itu adalah : organisasi itu mempunyai tujuan  yang jelas,tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap anggota organisasi, tujuan organisasi harus dapat diterima oleh setiap orang dalam organisasi,adanya kesatuan arah dari berbagai bagian organisasi,adanya kesatuan perintah,adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang dalam melaksanakan tugasnya,adanya pembagian tugas yang jelas,struktur organisasi permanen,adanya jaminan terhadap jabatan-jabatan dalam organisasi itu,adanya balas jasa yang setimpal yang diberikan kepada setiap anggota organisasi,dan penempatan orang yang bekerja dalam organisasi itu hendaknya sesuai dengan kemampuannya.

c.Pengarahan

Pengarahan diartikan sebagai suatu usaha untuk menjaga agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan seperti yang dikehendaki.Suharsimi Arikunto (1988) memberikan definisi pengarahan sebagai penjelasan,petunjuk,serta pertimbangan dan bimbingan terhadap para petugas yang terlibat ,baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.
Kegiatan pengarahan dapat dilakukan dengan berbagai cara,antara lain dengan : melaksanakan orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukan individu atau kelompok ,dan memberikan petunjuk umum dan petunjuk khusus ,baik secara lisan maupun tertulid,secara langsung maupun tidak langsung (Suharsimi,1988).

d.Pengkoordinasian

Pengkoordinasian di sekolah diartikan sebagai usaha untuk menyatupadukan kegiatan dari berbagai individu atau unit disekolah agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota atau unit-unit lainnya dalam usaha mencapai tujuan sekolah.Usaha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti : melaksanakan penjelasan singkat ,mengadakan rapat kerja,memberikan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,dan memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan .

e.Pembiayaan

Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah.Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya,usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu,penggunaan ,serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.

f.Penilaian

Dalam sewaktu-waktu tertentu,sekolah pada umumnya atau anggota organisasi sekolah seperti guru,kepala sekolah ,dan murid pada khususnya harus melakukan penilaian tentang seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan tercapai,serta mengetahui kekuatan dan kelemahan program yang dilaksanakan.Secara lebih rinci maksud penilaian adalah untuk: memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja pekerjaan tersebut berhasil ,menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien,memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindarkan situasi yanng dapat merusak ,serta memajukan kesanggupan para guru dan orang tua murid dalam mengembangkan organisasi sekolah.
Penilaian dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian atau pengamatan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam lembaga pendidikan.

C.Lingkup Bidang Garapan Administrasi Pendidikan Menengah

Dari uraian diatas,tampak bahwa administrasi pendidikan menengah pada pokoknya adalah semua bentuk usaha bersama untuk mencapai tujuan pendidikan menengah dengan merancang,mengadakan,dan memanfaatkan sumber-sumber (manusia,uang,peralatan,dan waktu).Tujuan pendidikan menengah memberikan arah kegiatan serta kriteria keberhasilan kegiatan itu.Tujuan pendidikan juga merupkan landasan kegiatan administrasi pendidikan menengah tersebut.
Untuk memahami apa yang telah diuraikna secara lebih baik,secara ringkas perlu ditegaskan hal-hal berikut;
1)      Administrasi pendidikan menengah menengah merupakan bentuk kerja sama personel pendidikan menengah untuk mencapai tujuan pendidikan menengah.Tujuan umum yang akan dicapai dalam kerja sama itu adalah membentuk kepribadian murid sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan sesuai dengan tingkat perkembangannya pada usia pendidikan menengah.Tujuan itu dapat dijabarkan ke dalam tujuan antara ,yaitu tujuan kurikuler,tujuan instruksional umum,dan tujuan intruksional khusus.
2)      Administrasi pendidikan menengah merupakan suatu proses yang merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan menengah,dimulai dari perencanaan ,diikuti oleh pengorganisasian ,pengarahan,pelaksanaan,pemantauan ,dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai tujuannya.
3)      Administrasi pendidikan menengah merupakan usaha untuk melakukan manajemen sistem pendidikan menengah.
4)      Administrasi pendidikan menengah merupakan kegiatan memimpin,mengambil keputusan ,serta komunikasi dalam organisasi sekolah sebagai usaha untuk mencapai tujuan pendidikan menengah itu.
Sekolah merupakan bentuk organisasi pendidikan.Seperti telah dijelaskan,organisasi diartikan sebagai wadah dari kumpulan manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan manusia itu sendiri sebagai sumber,disamping sumber yang ada ddiluar dirinya,seperti uang,material,dan waktu.Agar kerja sama itu berjalan dengan baik,maka perlu ada aturan.Karena orang yang bekerja sama serta situasi kerja sama itu berbeda dari satu tempat ke tempat lain,maka terjadi suasana yang berlainan antara satuan kerja sama yang satu dengan yang lain.Sekolah adalah organisasi yang diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.Dalam hal pendidikan menengah,maka organisasi itu diadakan untuk mencapai tujuan pendidkan menengah.
Bila diamati lebih lanjut ada beberapa hal penting yang menjadi ciri organisasi sekolah,termasuk pendidikan menengah.Ciri itu adalah :
Ø  Adanya interaksi antara berbagai unsur sekolah.Interaksi itu mempunyai tujuan,pola,dan aturan.Yang dimaksud dengan tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sekolah melalui kerja sama antar unsur itu.Misalnya ,bagaimana perbaikan proses belajar-mengajar dalam pelajaran matematika dapat diperbaiki secara kontinu melalui kerja sama dalam kelompo guru sejenis.Pola mengandung pengertian bentuk prilaku yang relatif tetap,misalnya kelompok guru tersebut menetapkan untuk mengadakan diskusi setiap dua minggu sekali.Sedangkan aturan mempunyai arti bahwa kelompok tersebut menganut norma-norma tertentu dalam melaksanakan interaksi itu.
Ø  Adanya kegiatan.Kegiatan untuk mencapai tujuan sekolah sangat banyak.Untuk mudahnya kegiatan ini dapat ditinjau dari dua dimensi yaitu dimensi pengajaran dan dimensi pengelolaan.Ada kegiatan yang langsung berhubungan dengan kegiatan pengajaran dan ada yang tidak langsung.Demikian pula,ada kegiatan yang langsung berhubungan dengan kegiatan pengelolaan dan ada yang tidak.Jika dimensi itu digabungkan kita dapat membedakan kegiatan itu menjadi empat kategori pokok,dan satu kategori pendukung yang merupakan titik temu dari keempat kategori pokok tadi.
D. Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan

Telah disebutkan bahwa tugas utama guru yaitu mengelola proses belajar-mengajar dalam suatu lingkungan tertentu,yaitu sekolah.Sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional dan disamping sekolah, sistem pendidikan nasional itu juga mempunyai komponen-komponen lainnya.Guru harus memahami apa yang terjadi di lingkungan kerjanya.
Disekolah guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah.Sekolah melaksanakan kegiatannya untuk menghasilkan lulusan yang jumlah serta mutunya telah ditetapkan.Dalam lingkup administrasi sekolah itu peranan guru amat penting.Dalam menetapkan kebijaksanaan dan melaksanakan proses perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pengkoordinasian,pembiayaan dan penilaian kegiataan kurikulum,kesiswaan,sarana dan prasarana,personalia sekolah,keuangan dan hubungan sekolah –masyarakat ,guru harus aktif memberikan sumbangan ,baik pikiran maupun tenaganya.Administrasi sekolah adalah pekerjaan yang sifatnya kolaboratif,artinya pekerjaan yang didasarkan atas kerja sama,dan bukan bersifat individual.Oleh karena itu,semua personel sekolah termasuk guru harus terlibat.

Daftar Pustaka

Arikunto,Suharsimi,1988.Organisasi dan Administrasi Pendidkan Teknologi dan Kejuruan.Jakarta : Ditjen Dikti.

Culbertson,J.. 1982.Educational Administration and Planning at a Crossroads in Knowledge Development.Nigeria: Unversity of Ibadan.

Departemen Dalam Negeri,Dep.Pendidikan dan Kebudayaan,dan Dep. Keuangan .1983.Petunjuk Adiministrasi Program Pengajaran.Jakarta : Depdikbud.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.1990.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah .Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Harris,Ben M..1975.Supervisory Behavior in Education.New Jersey: Prentice Hall.

Milstein,M.M. 1973.Educational Administration and the Behavioral Sciences;A System Perspective.Boston ; Allyn and Bacon,Inc.

Sondang,1985.Filsafat Administrasi.Jakarta :Gunung Agung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar